SUARA INDONESIA JAWA BARAT

Tiga Orang Dilaporkan Luka Ringan Akibat Gempa di Garut, Dua Dewasa Satu Anak-Anak

Sugiyanto - 28 April 2024 | 18:04 - Dibaca 980 kali
News Tiga Orang Dilaporkan Luka Ringan Akibat Gempa di Garut, Dua Dewasa Satu Anak-Anak
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, saat meninjau kawasan yang terdampak gempa di Kabupaten Garut, Minggu (28/4/2024). (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, GARUT - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 yang mengguncang Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (27/4/2024) malam, menimbulkan korban.

Tiga orang dikabarkan mengalami luka ringan dan sempat menjalani perawatan. Dua di antaranya berusia dewasa dan satu anak-anak. Kini, ketiga korban telah dibawa pulang.

Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, juga telah meninjau kawasan yang terdampak gempa. "Tadi pagi, Minggu 27 April 2024, saya meninjau kawasan yang terdampak gempa magnitudo 6,5 yang mengguncang Kabupaten Garut dan sebagian wilayah Jawa Barat," kata Bey.

Selain meninjau kawasan yang terdampak gempa, Bey juga mengaku sudah melakukan koordinasi dengan para bupati dan walikota di Jawa Barat.

"Saya juga melaksanakan koordinasi dengan bupati dan wali kota di Jawa Barat untuk melakukan pemantauan langsung ke lapangan dan pendataan dampak gempa tersebut," ungkap Bey.

Bey mengungkapkan, sesuai data yang ia terima, terdapat tiga orang mengalami luka ringan. "Di Garut juga terdata ada korban luka ringan, yaitu dua orang dewasa dan satu anak," ungkap Bey.

"Alhamdulillah (para korban) sudah pulang ke rumah dan biaya pengobatannya ditanggung oleh pemerintah," ujar Bey menambahkan.

Menurutnya, aktivitas masyarakat khususnya di Kabupaten Garut tetap berjalan seperti biasa. "Saya juga melihat pasca gempa ini masyarakat (di Kabupaten Garut) tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya. Artinya, tidak ada dampak kerusakan dan kepanikan berlebihan," kata Bey.

Lebih lanjut, Bey mengapresiasi semua pihak terlibat dalam penanganan pasca gempa bumi di Kabupaten Garut.

"Saya mengapresiasi tanggap bencana oleh para bupati, wali kota dan kepala pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) di Jawa Barat, termasuk oleh Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana)," ucap Bey.

Meski demikian, Bey menghimbau masyarakat untuk tetap waspada. "Saya meminta masyarakat untuk tetap waspada dan ikuti arahan petugas di lapangan jika terjadi bencana," pungkas Bey. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Sugiyanto
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya