SUARA INDONESIA JAWA BARAT

Jawa Barat Miliki Komite Keuangan Syariah, Wapres Ma'ruf Amin Minta Segera Susun Aksi

Sugiyanto - 24 April 2024 | 19:04 - Dibaca 2.62k kali
News Jawa Barat Miliki Komite Keuangan Syariah, Wapres Ma'ruf Amin Minta Segera Susun Aksi
Wapres RI Ma'ruf Amin saat mengukuhkan KDEKS Jabar, di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (23/4/2024). (Foto: Diskominfo Jabar)

SUARA INDONESIA, BANDUNG - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar), Bey Machmudin mengaku bersyukur kini Jabar memiliki Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS). Hal ini, kata Bey, akan memperkuat kolaborasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

"Total aset bank syariah di Jabar pada 2023 mencapai Rp843 triliun dengan pangsa pasar mencapai 15 persen dari total aset bank umum," kata Bey.

Itu, kata Bey, baru dari sektor perbankan. "Untuk sektor industri, nilai ekspor makanan dan minuman halal sebesar 4,8 miliar dollar AS serta obat-obatan halal sebesar 243 juta dollar AS di tahun 2023," jelas Bey.

Adapun total penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di Jabar, kata Bey, mencapai Rp 6,5 triliun pada 2023.

Lebih lanjut, Bey mengatakan tak kalah menarik bahwa saat ini terdapat empat perguruan tinggi negeri dan tiga perguruan tinggi swasta di Jabar telah memiliki program studi keuangan dan ekonomi syariah dengan total mahasiswa 5.010 orang.

"Ini sebagai penguatan untuk peningkatan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM)," pungkas Bey.

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin mengukuhkan KDEKS Jabar, di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung pada Selasa (23/4/2024). KDEKS Jabar diketahui oleh Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin dibantu jajaran pengurus dari berbagai kalangan.

Dalam sambutannya, Wapres RI Ma'ruf Amin meminta KDEKS Jabar segera menyusun rencana aksi pengembangan ekonomi syariah dengan target yang terukur dan berkesinambungan.

Wapres RI Ma'ruf Amin juga ingin KDEKS Jabar menyinergikan ekonomi syariah dalam dokumen perencanaan pembangunan tahunan, jangka menengah, dan jangka panjang.

"Siapkan dan kembangkan juga kapasitas SDM ekonomi syariah serta inklusivitas melalui kolaborasi multipihak, termasuk dunia pendidikan dan dunia usaha," kata Wapres.

Jabar, menurut Wapres memiliki potensi ekonomi dan keuangan syariah yang sangat besar di Indonesia.

"Oleh karena itu, optimalisasi pengembangan industri produk halal melalui penguatan ekosistem rantai nilai halal semua sektor unggulan perlu terus dilakukan," kata Wapres.

Wapres menuturkan, kontribusi sektor ekonomi dan keuangan syariah untuk pembangunan di Indonesia sudah mulai meningkat. "Di mana 2013-2023, terdapat 315 proyek dengan nilai sekitar Rp17,8 triliun yang dibiayai dari Surat Berharga Syariah Negara," ungkap Wapres.

Oleh karena itu, Wapres meminta keberhasilan implementasi proyek-proyek ini ke depannya untuk terus didukung.

Selain itu, KDEKS Jabar juga berperan penting memperluas inklusi keuangan syariah dalam pembiayaan pembangunan daerah melalui penerapan inovasi jasa keuangan syariah dan teknologi digital.

"KDEKS Jabar juga harus mengembangkan bisnis dan kewirausahaan syariah melalui optimalisasi program inkubasi usaha syariah," ujar Wapres.

Wapres berharap hadirnya KDEKS bermanfaat bagi peningkatan daya saing dan kesejahteraan masyarakat Jabar.

"Terus gaungkan dan bumikan ekonomi dan keuangan syariah di Bumi Pasundan agar manfaatnya dirasakan masyarakat, khususnya dalam peningkatan daya saing dan kesejahteraan," seru Wapres. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Sugiyanto
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya