SUARA INDONESIA JAWA BARAT

Cegah Stunting, Puskesmas dan Posyandu di Kota Bandung Gencar Berikan Vitamin A pada Balita

Sugiyanto - 29 February 2024 | 13:02 - Dibaca 674 kali
News Cegah Stunting, Puskesmas dan Posyandu di Kota Bandung Gencar Berikan Vitamin A pada Balita
Pj Ketua TP PKK Kota Bandung, Linda Nurani Hapsah, saat memberikan vitamin A ke balita. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, melalui puskesmas dan posyandu setempat, gencar memberikan vitamin A kepada balita. Pemberian vitamin A untuk mencegah stunting ini, dicanangkan pada Februari dan Agustus.

Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Kota Bandung, Linda Nurani Hapsah mengungkapkan, bahwa Vitamin A merupakan sumber nutrisi yang sangat bagus dan dibutuhkan pada masa pertumbuhan balita.

Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan monitoring pemberian Vitamin A di Posyandu Cempaka, RW 09 Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/2/2024).

"Vitamin A ini sangat penting untuk tumbuh kembang balita yang esensial pada pertumbuhan untuk imunitas," kata Linda Nurani Hapsah.

"Ini betul-betul penting salah satunya untuk kita mempersiapkan generasi yang hebat," tambahnya.

Jika balita kekurangan Vitamin A, kata Linda, maka dapat terjadi berbagai risiko serius terhadap kondisi kesehatan anak.

"Mulai dari gangguan penglihatan, kerentanan terhadap infeksi, serta Stunting," ujarnya.

Linda mengatakan, untuk mengantisipasi risiko tersebut, Pemerintah memprogramkan pemberian Vitamin A melalui Posyandu untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat dan cerdas.

Menurutnya, pemberian Vitamin A penting dalam tumbuh kembang anak. Pemberian Vitamin A adalah salah satu pelayanan intervensi spesifik bidang kesehatan dalam rangka pencegahan Stunting.

"Bayi dan balita itu aset kita di masa depan untuk pembangunan kita. Saat ini kita punya bonus demografi dengan adanya bayi balita anak-anak yang kelak di tahun 2046, generasi gen Z yang akan memegang tampuk pimpinan," ujarnya.

Selain itu, di momen Hari Gizi Nasional ini, Linda juga mengingatkan dalam masa tumbuh kembang bayi dan balita dipastikan mendapatkan menu sehat yang beragam dan bergizi seimbang agar menghindari anak dari jerat Stunting.

"Tolong diperhatikan oleh para orang tua untuk menyiapkan menu sehat di rumah, menu beragam bergizi dan seimbang," katanya.

"Menjadi penting bagi balita mendapatkan makanan dengan kelengkapan gizi seimbang. Puskesmas harus gencar mengedukasi l, dengan memperhatikan kebutuhan dasarnya," imbuhnya.

Pemkot Bandung menargetkan angka prevalensi stunting pada tahun 2024 sebanyak 14 persen. Adapun pada 2023 lalu, Pemkot Bandung menargetkan prevalensi stunting sebesar 17 persen.

Sementara itu, Camat Mandalajati, Yati Sri Sumiati mengatakan, pihak kewilayahan bersama dengan para kader PKK, Posyandu serta Puskesmas terus gencar melakukan berbagai program dalam intervensi penanganan stunting.

"Walaupun mungkin masih ada, tapi mudah-mudahan kami bisa menekan seminimal mungkin kasus-kasus stunting yang ada di wilayah Kecamatan Mandalajati," katanya.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pula penyerahan simbolis Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Posyandu dari Pj Ketua TP PKK Kota Bandung kepada Ketua Posyandu Cempaka serta penyerahan buku anak PAUD. (*)


» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Sugiyanto
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya